LAIN-LAIN
Trending

Kadinsos Kab. Solok Yandra Salurkan Bantuan, Aris, Kami Akan Pindah Secepatnya

Solok– Newssuaraindependet.id– Menindak lanjuti gonjang ganjing penghuni rumah pondok beratapkan plastik bekas yang viral di medsos, Bupati Solok H.Gusmal melalui Yandra Kepala Dinas Sosial Kab. Solok segera menelusuri dan menyiapkan bantuan darurat sosial kejadian luar biasa,

Kadis sosial Kab. Solok segera menyusun Tim dan langsung ke lokasi tempat tinggal keluarga penghuni rumah plastik tersebut di Nagari Koto Gaek Guguk Kec. Gunung Talang Kab. Solok, Kamis (26/12).

Dalam rombongan Tim pencari fakta dan penyalur bantuan, Kadissos Kab. Solok juga melibatkan Aparatur Pemerintahan Nagari Koto Gaek Guguk, dan awak media untuk menelusuri jejak keberadaan penghuni pondok plastik bekas beserta keluarga besarnya.

Walau menempuh jarak berkilo-kilo dengan berjalan kaki, sambil memikul barang-barang bantuan, Tim dengan semangat juangnya menyisir lokasi tempat dimana keluarga tersebut berada,

berbekal informasi dari Aparatur Nagari yang terlibat, Tim tiba di lokasi dan bertemu langsung dengan Erisman (32 th) beserta Desrika (30) istrinya, berikut orang tuanya,

Kadis menyampaikan, bahwasanya tindakan yang dilakukan dengan memposting di media sosial keadaan seperti ini, akan berdampak buruk terhadap Pemerintahan Kab. Solok nantinya, karna asumsi pembaca medsos mengatakan Pemkab Solok melakukan pembiaran pada warga yang terlantar,

Padahal, setelah ditelusuri, hal seperti itu tidak lah sesuai dengan yang di gembor gemborkan dan diviral kan,

Kadis juga menambahkan, kondisi keluarga tersebut tidaklah separah yang dibayangkan sebelumnya, yang mana pasangan keluarga ini menempati pondok beratapkan plastik sekaligus untuk menunggui ladang/ kebun jagung dan cabenya.

Pasangan ini sudah sering berpindah pindah tempat tinggal, ini lokasi 3 bulan terakhir yang mereka tempati, walau status tanah masih milik orang lain, ujar kadis,

dikatakan, karna tidak merasa nyaman dan harmonis lagi, pasangan ini pergi meninggalkan rumah orang tuanya,

Sebelum kejadian ini viral, pihak Pemerintahan Nagari pernah menyarankan untuk pindah kerumah yang lebih respresentatif, karna gubuk plastik ini tidak layak untuk dikatakan sebagai rumah,

Sementara, orang tuanya mengatakan, tidak ada mengusir anaknya, mungkin mereka merasa tidak nyaman tinggal di sini, padahal rumah ini besar untuk mereka tempati, kalau ingin hidup mandiri, disamping rumah ini masih bisa di bangun rumah lagi, ujar orang tuanya,

Fakta temuan dari tim, pasangan ini dasarnya bukan dari keluarga miskin, cuma karna hidup merek tidak menetap dan berpindah pindah juga tidak memiliki pekerjaan yang tetap, membuat ekonomi mereka sedikit kekurangan,

Fakta berikutnya, foto gubuk plastik sengaja diviralkan oleh kerabat dekatnya, dengan harapan, pasangan ini bisa memperoleh bantuan dari Dinas terkait berupa bantuan bedah rumah.

Sementara dari Dinsos Solok sendiri, dengan kondisi kehidupan mereka sangat kekurangan,bantuan darurat sosial kejadian luar biasa yang telah disiapkan tetap disalurkan, berupa peralatan rumah dan dapur selengkapnya, sandang serta sembako, juga pakain sekolah,

Pada anggaran di tahun 2020 nanti, keluarga terssbut akan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan dari PKH kab.Solok berupa program rumah tidak layak huni ( Rutilahu )

Selang dari kepulangan Tim Dinsos Kab. Solok tersebut dari lokasi, pasangan keluarga Erismen berkemas untuk pindah kerumah yang lebih layak yang siapkan oleh warga setempat. (billy@nsi-id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button