LAIN-LAIN

ARTI SEBENARNYA JIWA KORSA DALAM KEBERSAMAAN ORGANISASI LEMBAGA ALIANSI INDONESIA

Jakarta,newssuaraindependent.id_ Suparno kadiv humas menghimbau kepada jajaran kordinator dpp aliansi indonesia untuk menumbuhkan jiwa korsa yaitu asas saling memiliki dan mempunyai rasa bangga terhadap organisasi besar bergengsi & bertaraf Nasional yang kemudian di aplikasikan kepada seluruh anggota Aliansi Indonesia melalui kordinator departemen masing”

Jiwa Korsa memiliki banyak arti tergantung orang yang mengartikan, namun pada intinya jiwa korsa itu adalah jiwa satu rasa dan satu asa dalam mencapai satu tujuan atau biasa disebut rasa peduli dan sepenanggungan terhadap sesama di dalam suatu organisasi atau kelompok yang mempunyai satu tujuan dalam kebersamaan.

Jiwa korsa dapat diartikan sebagai rasa hormat, kesetiaan, kesadaran, dan semangat kebersamaan terhadap sesuatu, yang sering ditujukan kepada Organisasi Jiwa korsa ini juga dapat diartikan rasa senasib sepenanggungan, perasaan solidaritas, semangat persatuan dan kesatuan terhadap suatu Organisasi sehingga faktor-faktor jiwa korsa ini meliputi rasa hormat, kesetiaan, kesadaran, dan tidak mementingkan diri sendiri maupun golongan.

Dalam jiwa korsa terkandung inisiatif, tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi untuk suatu hal yang mulia, seperti halnya dalam mempertahankan prinsip yang benar, maupun hal-hal lain yang bersifat kebajikan dan kebaikan menolong dengan tetap mengedepankan rasa kebersamaandan kewajaran, serta tidak berlebihan terhadap sesuatu sehingga tidak bisa membedakan baik-buruk tapi kita harus melihat sisi kebersamaan demi kebaikan organisasi

Pengertian jiwa korsa terdiri dari faktor – faktor :

a. Rasa hormat, rasa hormat pribadi dan rasa hormat pada masing” departemen lembaga Aliansi Indonesia

b. Setia. setia kepada Motto,Visi,Misi yang menjadi tradisi Aliansi Indonesia

c. Kesadaran. Terutama kesadaran bersama, bangga untuk menjadi anggota Aliansi Indonesia

Dengan demikian, jiwa korsa bukan hanya penting dikalangan militer namun juga semua lingkungan, termasuk di diorganisasi karena jiwa korsa yang baik akan menciptakan disiplin ketertiban, moril dan motifasi. Dalam organisasi, pemupukan jiwa korsa diharapkan akan meningkatkan ketrampilan profesi masing-masing anggota sehingga mereka merasa malu apabila tidak mampu melaksanakan peran dan ketugasannya dengan baik. Sementara untuk memupuk jiwa korsa dalam wadah organisasi tersebut, upaya dapat dilakukan dari dalam maupun dari luar organisasi sendiri, namun prosesnya perlu ditumbuhkan melalui pendidikan, kegiatan latihan, pembekalan, penyuluhan dan efektifnya komunikasi. 

Itulah sekilas tentang pengertian apa itu jiwa korsa.
dapat disimpul sendiri ketika terdapat istilah jiwa korsa dalam suatu fenomena yang masih menjadi kontroversi. Semoga bermanfaat.

Keberadaan Jiwa Korsa adalah baik, agar terpelihara persaudaraan sesama masing” Departemen yang ada di Aliansi Indonesia maupun hubungan antar pemerintah & TNI/Polri serta hubungan komponen masyarakat lainnya.

Jiwa Korsa adalah kita kutip dari bahasa JAWA (Sergep = Semangat, Awak = Tubuh) jadi secara harfiah berarti “semangat tubuh”. Istilah yang selalu dipakai dalam keseharian ini, merupakan metafora bahwa organisasi ibarat tubuh manusia. Sebagaimana tubuh setiap anggota memiliki tugas dan fungsi yang berbeda tetapi saling bergantung dan saling menentukan keberhasilan tujuan. Ketika salah satu anggota menjalankan  tugas dan fungsi  tertentu pada hakikatnya seluruh anggota harus turut melaksanakannya. Begitu juga ketika anggota tubuh tertentu tersakiti, anggota tubuh yang lain merasa tersakiti.
Analoginya tangan kanan tubuh akan spontan menepuk nyamuk yang menggigit tangan kiri

Memiliki SDM yang profesional sekaligus taat hukum, netral, rasional, demokratik, inovatif, mandiri, memiliki integritas yang tinggi serta menjunjung tinggi etika administrasi lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan profesionalisme harus ditunjang dengan integritas yang tinggi, dengan mengupayakan organisasinya karakteristik

  1. mempunyai komitmen yang tinggi terhadap perjuangan mencapai cita-cita dan tujuan organisasi aliansi indonesia
  2. memiliki kompetensi yang dipersyaratkan dalam mengemban tugas pengelolaan pelayanan dan kebijakan publik,
  3. berkemampuan melaksanakan tugas dengan terampil, kreatif dan inovatif,
  4. taat asas, dan disiplin dalam bekerja berdasarkan sifat dan etika profesional,
  5. memiliiki daya tanggap dan sikap bertanggung jawab
  6. memiliki jati diri sebagai anggota aliansi indonesia serta bangga terhadap profesinya
  7. memiliki derajat yang penuh rasa tanggung jawab dalam membuat dan melaksanakan berbagai keputusan sesuai kewenangan
  8. memaksimalkan efisiensi, kualitas, dan produktivitas.

Selain itu perlu pula diperhatikan reward system yang kondusi baik perkembangan yang didasarkan atas sistem repressif. Mengantisipasi tantangan global, pembinaan itu perlu pula diperhatikan reward system yang kondusi baik dalam perkembangan organisasi yang didasarkan atas sistem yang bersifat preventif dan repressif. Mengantisipasi tantangan global, pembinaan sumber daya manusia juga perlu mengacu pada standar kompetensi Nasional.(fr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button