LAIN-LAIN

Putri Marhasnida, Sp.d, Penggagas Lahirnya Nama Kab. Dhamasraya

Dhamasraya– newssuaraindependent.id– Nama kabupaten Dharmasraya tidak asing lagi bahkan sudah tersohor kemana-mana meskipun beberapa abad tenggelam begitu saja, karena terjadinya revolusi politik penjajahan yang menimpa bumi Nusantara,

Tak banyak yang tau, siapa sebenarnya yang menginspirasi serta mengonsep hingga lahirnya gagasan sebuah nama Daerah penghasil Sawit dan tambang terbesar di Prov. Sumbar ini,

Putri Marhasnida, Sp.d asal Jorong Siguntur Nagari Siguntur yang merupakan salah seorang Putra terbaik Negeri terpencil ini, adalah penggagas dari lahirnya sebuah nama besar Kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung beberapa tahun silam,

Pada media ini disampaikan, senen(9/9) dikediamannya Jorong Siguntur Nagari Siguntur, bahwa pada tahun 2001 silam, naskah pengusulan sebuah nama Kabupaten mulai di siarkan,

Beberapa pengusulan nama bermunculan dari masyarakat pada panitia waktu itu, beragam nama yang usulkan seperti Kab. Pulau Punjung, Kab. Sitiung,dan Kab. Koto Baru,

Namun semua itu buyar dengan munculnya sebuah nama yang tak asing lagi didengar oleh masyarakat, nama Dharmasraya, merupakan petikan dari sebuah nama pada Kerajaan “tempoe duoloe”, ketertarikan pada nama tersebut cukup beralasan, pasalnya nama tersebut cukup membuming pada beberapa abad silam,

Dan pengusulan nama tersebut mulai diwarnai dengan drama kenangan masa lalu, Putri mulai di daulat untuk menyelesaikan penulisan Naskah nama tersebut,

Putri Marhasnida terinspirasi dengan nama kerajaan besar tempoe duolue, sang Putri menghimbau dan menghadirkan semua unsur tokoh masyarakat, Ninik Mamak,serta Alim Ulama Cadiak Pandai Nagari Siguntur ,guna merestui naskah nama Dharmasraya diusulkan jadi nama Kabupaten, ungkapnya,

Selang beberapa lama, nama tersebut di ajukan kepada panitia pemekaran Kabupaten Sawahlunto Sijunjung waktu itu, naskah ini diserahkan pada Mamak Ibrahim Datuk rajo Lelo sebagai “Salung Asok Rumah Gadang” kerajaan Siguntur,

Sesuai kesepakatan, nama tersebut di ajukan kepanitia bersama dengan Mawardi Idris, yang di terima langsung oleh Tuanku Sati Haji Abd Haris Rajo Pulau Punjung, cerita Putri,

Pada saat ini, bila ada orang orang yang mau mencari nama besar dengan cara mencatut nama Kabupaten ini lahir dari mereka, kita akan minta, cobah dijabarkan naskah yang ditulis pada panitia tersebut, disamping itu, juga buktikan adanya cerita sejarah Kerajaan mulai terjadi, baik itu Dharmasraya ataupun keterkaitan dengan kerajaan Siguntur, tegasnya,

Pada kesempatan lain, Heri (65 thn) salah seorang masyarakat Siguntur, juga termasuk salah seorang akurasi pengetikan naskah, saat Di temui di Candi Pulau Sawah membenarkan bahwa nasakah itu adalah gagasan dari Putri Marhasnida, dan konsep tersebut tercapai dan dipakai sampai saat ini, terangnya (np@nsi-id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button