Pemko Gunungsitoli Melalui Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Gelar Berbagai Lomba Kretivitas Serta Prestasi Di Bidang Literasi -

Pemko Gunungsitoli Melalui Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Gelar Berbagai Lomba Kretivitas Serta Prestasi Di Bidang Literasi

0

GUNUNGSITOLI, Suaralintasindonesia.com || Festival Literasi Kota Gunungsitoli Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menumbuhkan minat baca, tetapi juga menjadi panggung bagi pelajar, masyarakat, dan desa untuk menunjukkan kreativitas serta prestasi di bidang literasi. 23 September 2026

 

Melalui rangkaian festival yang digelar oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli, berbagai lomba dilaksanakan untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan buku, perpustakaan, informasi, dan karya kreatif.

 

Tiga kategori lomba menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi 2026, yakni Lomba Perpustakaan Desa Terbaik, Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan, dan Lomba Video Konten Literasi.

 

Pada Lomba Perpustakaan Desa Terbaik, Desa Fadoro Lasara meraih Juara I, disusul Desa Onowaembo sebagai Juara II dan Desa Simanaere Idanoi sebagai Juara III. Sejumlah desa lainnya juga berhasil meraih juara harapan.

 

Sementara itu, pada Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan, Bertin Hulu dari SMA Negeri 1 Gunungsitoli meraih Juara I, William Tigmadriško Zebua dari SMA Negeri 3 Gunungsitoli Juara II, dan Arya Dela Zega dari SMA Swasta Santo Xaverius Gunungsitoli Juara III.

 

Kreativitas juga terlihat dalam Lomba Video Konten Literasi. Josia Sosilo Waruwu meraih Juara I melalui karya “Jejak Literasi, Jejak Masa Depan”. Juara II diraih Shinta Alfyah Zega dengan karya “Generasi Literat Gunungsitoli: Dari Membaca Menuju Berkarya”, sedangkan Yosua Victorada Gea meraih Juara III melalui karya “Dari Halaman Buku ke Masa Depan”. Kategori juara harapan juga diberikan kepada peserta lainnya.

 

Beragam karya yang dihasilkan menunjukkan bahwa literasi dapat hadir dalam berbagai bentuk. Membaca tidak berhenti pada aktivitas memahami buku, tetapi dapat menjadi sumber ide untuk menulis, membuat karya visual, menghasilkan konten positif, hingga mendorong desa membangun lingkungan yang mendukung budaya membaca.

 

Bagi masyarakat, khususnya generasi muda, kegiatan seperti ini memberikan ruang untuk belajar, berekspresi, berkreasi, dan mendapatkan apresiasi atas karya yang dihasilkan. Sementara bagi desa, penguatan perpustakaan menjadi bagian penting dalam menghadirkan akses pengetahuan yang lebih dekat dengan masyarakat.

 

Melalui Festival Literasi 2026, Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong tumbuhnya budaya membaca sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk berkarya. Harapannya, semangat literasi tidak berhenti selama festival berlangsung, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, dan berdaya saing. (Restu A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!