Jelang Ramadhan, Bupati Sidoarjo Ajak Jaga Stabilitas Dan Saling Toleransi
SIDOARJO | Suaralintasindonesia.com -Menjelang Datangnya bulan Suci Ramadhan, Bupati Sidoarjo, H.Subandi mengajak semua pihak untuk menjaga stabilitas daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah yang digelar Fave Hotel Sidoarjo bersama pimpinan DPRD, Kepala Dinas Bakesbangpol Kesehatan Sidoarjo Fredik Suharto, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo, jajaran Forkopimda, serta organisasi keagamaan. Senin (9/2).
Dalam sambutannya, Subandi mengajak semuanya menjaga stabilitas politik keamanan dan kenyamanan dalam menyambut bulan Suci Ramadhan. Perbedaan jumlah rakaat tarawih tidak perlu diperdebatkan yang terpenting adalah saling menghormati dan tetap berkoordinasi di wilayah masing-masing.
Subandi juga memberikan arahan kepada jajaran OPD khususnya Satpol PP untuk aktif melakukan pemantauan penertiban umum selama Ramadhan serta memperhatikan aktivitas pedang kaki lima (PKL). Bahwa PKL masih berjualan pada siang hari sehingga perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat saling menghormati selama bulan puasa. PKL tetap perlu ditoleransi dengan baik, namun jangan sampai mengganggu.
Subandi meminta Dinas Pendidikan agar lebih tegas mengawasi kegiatan sekolah termasuk Outing class yang dinilai tidak sesuai arahan. Outing class sebaiknya cukup dilakukan di wilayah Kabupaten Sidoarjo atau sekitarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum masih ditemukan kegiatan yang ditutupi dan tidak transparan sehingga kepala sekolah harus memberikan contoh yang baik.
Ia turut menyoroti salah satu kebiasaan masyarakat yang perlu diperhatikan yaitu kegiatan pengajian malam hari yang terkadang berlangsung hingga larut. Menurutnya perlu ada kesepakatan bersama terkait batas waktu kegiatan agar tidak mengganggu waktu istirahat warga, pengajian biasanya berlangsung hingga pukul 12 malam ini perlu disepakati sampai jam berapa kegiatan tersebut dapat dilakukan. Intinya tetap mengikuti kesepakatan bersama dengan catatan tidak mengganggu aktivitas warga terutama waktu istirahat, hal tersebut nantinya akan dibuatkan Surat Edaran (SE) sebagai pedoman penyesuaian kegiatan selama Ramadhan.
Bupati juga menyinggung tradisi takbiran menjelang idul fitri yang selama ini dilakukan dengan cara berkeliling. Takbiran keliling diperbolehkan atau tidak nantinya akan dirundingkan kembali. Jika tidak diperbolehkan maka takbiran cukup dilakukan dilingkungan masing-masing atau di lingkungan sekolah.
Subandi juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin tradisi dan kearifan lokal yang sudah mengakar justru ditinggalkan. Ia menyampaikan bahwa kearifan lokal tidak boleh ditinggalkan termasuk takbiran anak-anak dengan obor yang tetap perlu dibiarkan berjalan agar suasana menyambut lebaran tetap semarak dan berjalan dengan baik. (Hr)
