LAIN-LAIN
Trending

Semua Kader Posyandu Desa Mertajaya Ikuti Penyuluhan Stunting dan Kapasitas Kader

Tasikmalaya, newssuaraindependent.id– Pencegahan Stunting dan Peningkatan Kapasitas  Kader Posyadu merupakan upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Desa Mertajaya-Kec. Bojongasih  yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas di tingkat Kecamatan, Kamis (26/12/2019).

Pihak Pemdes Mertajaya hadirkan, Pemerintahan Kecamatan yang diwakili Sekmat (Eka Herdiana, SP.,MP.) yang didampingi Bidan Desa (Rosmawati Kurniasih, Am.Keb.) dan Maya Rosmayantika, SKM. sebagai Nara Sumber.

Peserta, Kader Posyandu Desa Mertajaya didampingi Istri Kadesnya, semua mengikuti penyuluhan tentang Peningkatan Kapasitas pengetahuan di bidang kesehatan, yang kali ini menyoroti tentang pencegahan Stunting/kekurangan Gizi Buruk Akut.

Ditemui Usai pengarahan, Eka Herdiana, SP.,MP. Sekmat Bojongasih berharap, dengan penyuluhan Peningkatan Kapasitas pengetahuan Kesehatan terhadap Kader Posyandu merupakan cara epekitif untuk meng-estafetkan pemahaman tentang hidup sehat dilingkungan masyarakat, yang salahsatunya adalah tentang penanganan pencegahan Stunting/Gizi buruk.
Mulai dari dirinya sendiri masyarakat sudah harus mulai paham dan mengerti bagaimana meningkatkan kualitas hidup sehat secara bersama-sama. Seperti mulai dari pola makan, pemenuhan gizi Keluarga, dan bersih lingkungannya dan lain-lain, itu agar bisa diterapkan di semua lapisan masyarakat, tandasnya.

Terpisah, Rosmawati Kurniasih (Bides), ia menjelaskan tentang bagaimana cara penanganan/pencegahan Stunting.

Dicontohkan Rosma, penangananya harus mulai dari sejak kehamilan sampai menjelang melahirkan. Gizinya yang cukup, pola istirahatnya, bahkan harus rutin diperiksakan kesehatannya ke Posyandu. Kemudian dari mulai nol hari kehidupan bayi, sampai usia 5 tahun itu yang harus betul-betul diperhatikan gizinya dan kesehatannya agar anak tidak mengalami Stunting/ gizi buruk, jelasnya.

Kemudian Maya Rosmayantika, SKM. (Bidang Penerangan Kesehatan Masyarakat), dengan terjadinya perubahan pola penyakit terkait dengan pergeseran prilaku masyarakat, maka pemerintah sangat membutuhkan kerjasama dan sinergitas dari semua pihak dalam penangananya, terutama yang kali ini diprioritaskan tentang masalah Stunting atau Gizi Buruk, salah satu upayanya dengan kegiatan penguatan Kader Posyandu seprti ini, ujanya.(Yat’s Kabiro Tasela).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button