LAIN-LAIN

Sekolah Lapang Membuka Pengetahuan Petani.Desa Mekarlaksana.

Tasela,Newssuaraindependeni,id. Kehadiran sekolah lapang kedelai yang di Laksanakan Kp.Cilumbu 3 oleh Kepala BPP dan Penyuluh BPP Culamega telah membuka pengetahuan petani di Desa Mekarlaksana, Kec.Culamega Tasikmalaya. Pengetahuan itu mereka terapkan dalam Rencana tanam kedelai di lahan seluas 1 hektar.

Pak Abdul Patah (53), salah seorang petani, Selasa (09/04/2019), mengatakan, sebelum bergabung dengan sekolah lapang ia tidak tahu kalau kedelai itu butuh perawatan. Selama ini ia hanya membiarkan kedelainya karena semua petani bersikap seperti itu. “Kami hanya peduli pada padi saja. Kalau masa tanam kedelai biasanya hanya dibiarkan,” katanya.Hal serupa juga diakui Usman Ia mengaku mendapatkan pengetahuan soal pupuk organik. Sebelumnya ia hanya menggunakan pupuk pabrik. Pemberian pupuk pabrik terlalu banyak ternyata berdampak negatif. “Sebaiknya menggunakan pupuk organik, toh pembuatannya juga mudah,” katanya.

Menurut Ibu Wiwin penyuluh BPP Cilamega, pembimbing petani. Tani kedelai masih dianggap sebagai komoditas tidak penting. Fokus petani hanya tertuju pada padi. Ada banyak alasan mengapa petani lebih tertarik menanam padi daripada kedelai. Salah satunya adalah ketidaktahuan informasi pasar.

“Petani menganggap kedelai itu sulit menjualnya, sementara kalau padi pasti dijamin laku. Padahal, kebutuhan kedelai saat ini cukup tinggi. Bahkan pemerintah harus mengimpor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi,” katanya.

Sekolah lapang melibatkan 15.petani dari 6 Kelompok Tani Desa Mekarlaksana Kelompok tersebut menjadi proyek percontohan yang kemudian akan direplikasi dan di bingbing.Sekolah lapang adalah metode belajar petani melalui lahan mereka masing-masing. Di lahan tersebut mereka melakukan pengamatan dan kemudian mendiskusikannya,” Pungkasnya( Yuda Dwi Angoro)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button