Tak Ada Pembangunan Dan Dugaan Penyimpangan Dana, Ratusan Warga Desa Tuntut Kadesnya Mundur -

Tak Ada Pembangunan Dan Dugaan Penyimpangan Dana, Ratusan Warga Desa Tuntut Kadesnya Mundur

0

SIDOARJO | Suaralintasindonesia.com -Ratusan warga Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo demo menuntut kepala desa (kades) mereka, Mawok Widodo, mundur dari jabatannya. Warga beralasan desanya tidak ada pembangunan dan diduga ada indikasi penyimpangan dana desa yang di bawa kades tanpa ada kejelasan.

Warga juga membentangkan berbagai poster tuntutan dalam menggelar aksi. Aksi dimulai dengan orasi di depan Balai Desa Mliriprowo, warga membawa sejumlah spanduk berisi kritik terhadap kepemimpinan Mawok Widodo yang dinilai tidak sesuai dan tidak berpihak pada rakyat dan desa.

Beberapa spanduk meminta Kades mundur juga dibentangkan sejumlah warga. Ada pula poster yang menuntut agar sang kades segera lengser dari kursinya.

Suasana semakin riuh ketika massa meneriakkan yel-yel dan bergantian berorasi. Aparat kepolisian tampak berjaga untuk mengamankan jalannya aksi.

Sayangnya, warga tak berhasil ketemui kades di balai desa. Warga kemudian melanjutkan aksinya ke Kantor Kecamatan Tarik dengan menggunakan motor dan mobil pikap. Mereka berharap aspirasinya segera ditindaklanjuti pihak kecamatan.

 

“Yang pertama tidak bisa mengayomi masyarakat, yang kedua tidak ada pembangunan sama sekali. Tidak ada bukti dan kerja nyata yang bisa dilihat. Dan beberapa tuntutan yang ada di surat pernyataan yang barusan dibuat oleh warga yang disaksikan oleh forkopimka,’ kata salah satu warga, Kamis (15/10).

Warga juga menuding adanya kejanggalan dalam proyek pembangunan desa. Salah satunya terkait gorong-gorong dan lainnya. Selain itu juga, tidak turunnya dana operasional untuk para kader dan insentif untuk RT dan RW mulai Januari 2026.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mliriprowo, Aris Ridwan, S.H mengatakan bahwa apa yang menjadi tuntutan warga adalah hal yang lumrah dan wajar karena ada beberapa kegiatan atau pembangunan desa tidak pernah disentuh oleh kepala desa dan ada juga beberapa titik pekerjaan pembangunan juga tidak di laksanakan sehingga warga marah dan menuntut mundur kadesnya itu merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap kadesnya. Kita juga sudah melakukan laporan ke Inspektorat, DPRD (Komisi A), Dinas PMD tapi belum realisasi,’ katanya saat di Pendopo Kecamatan Tarik, Kamis (15/10).

Camat Tarik, Muhammad Rofik, S.Sos., MM yang di wakili oleh Sekretaris Camat, Wahib Achmadi, ST., M.T saat menyambut kedatangan pendemo mengatakan kita hanya bisa menyampaikan dan mengawal tuntutan warga untuk mundur kadesnya ke pihak kabupaten,’ singkatnya. (Hr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!