Proyek Penataan Halaman SMPN 2 Kresek diduga mengurangi Kwalitas dan Abaikan K3
Kabupaten Tangerang | suaralintasindonesia.com – Pekerjaan pemagaran SMPN 2 Kresek Kabupaten Tangerang, yang di kerjakan CV. Matahari Terbit Pagi, bersumber dari APBD P.T A 2025. – dengan nilai anggaran RP. 99.820.000,- waktu bekerja 45 (Empat puluh lima) hari kerja. Menunai sorotan tajam dari publik karena diduga mengabaikan prosedur keselamatan kerja dan mengurangi kualitas material, Senin (01/12).
“Sementara hasil, temuan beberapa awak media dan Lembaga (DPP BIAS) Indonesia di lapangan para pekerja terlihat melakukan aktivitas pembangunan tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD)”. Tentu merupakan sebuah pelanggaran terhadap ketentuan K3 dan semen memakai merek semen Jakarta.
“Jika bahan-bahan ini tidak tercantum secara sah dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), maka pelaksana proyek berpotensi melanggar spesifikasi teknis yang telah disahkan oleh penyedia anggaran”.
Ketika dikonfirmasi salah satu pekerja, menyebutkan saya tidak tau siapa pelaksananya tapi kalau ada yang datang atau menanyakan tanya ke Bu Eneng aja rumahnya di kampung Gangsa desa Patrasana,” ungkap salah satu pekerja kala itu dilapangan.
BACA JUGA :
“Kemudian saat Ibu Eneng dikonfirmasi di kediamannya jawabannya tidak tau pak?
“Tapi kalau proyek yang di SMPN 2 Kresek mah itu punya Pak Aris orang Tigaraksa,” ujarnya.

Ketua Umum DPP Badan Independen Anti Suap (BIAS) Indonesia Eky Amartin mengungkapkan sebuah pernyataan tegas menanggapi temuan tersebut. “Menurutnya, kondisi ini bukan hanya menunjukkan ketidakprofesionalan”. Tetapi berpotensi mengarah pada pelanggaran penggunaan anggaran negara,” cetusnya.
“Jika hal itu, terus terjadi tanpa ada hukuman atau sanksi, maka publik akan kehilangan kepercayaan. Pemerintah harus segera turun tangan,” kata Eky dengan nada tinggi.
“Bila dikalkulasikan proyek menelan biaya RP. 99.820.000,- dengan demikian timbul pertanyaan besar dengan Anggaran yang sesuai Papan. “Diduga pihak pemerintah dengan kontraktor berkolaborasi bermain mata dalam proyek tersebut. Dengan tujuan untuk meraup keuntungan pribadi yang besar tanpa memikirkan resiko,” tukasnya.
(Tim/kang Ir/@sli.com)
Diterbitkan Oleh : PT. Media Suara Lintas Indonesia Group.
