Lapangan Voli Villa Balaraja APBD 2025 Jadi Sorotan: Anggaran Fantastis, Hasil Mengecewakan -

Lapangan Voli Villa Balaraja APBD 2025 Jadi Sorotan: Anggaran Fantastis, Hasil Mengecewakan

0

 

Balaraja, Kabupaten Tangerang |suaralintasindonesia.com – Pekerjaan pemeliharaan Lapangan Voli di Perumahan Villa Balaraja RW 06, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, yang menelan anggaran APBD 2025 sebesar Rp150 juta, menuai kritik tajam dari warga. Hasil pekerjaan yang tampak di lokasi dinilai jauh dari standar kelayakan sebuah proyek pemerintah. Tiang pagar tampak dipasang tergesa-gesa, pengelasan terlihat tipis, beberapa baut diduga tidak terpasang, dan konstruksi secara keseluruhan tampak rapuh. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai bagaimana proyek seperti ini dapat lolos pemeriksaan dan siapa yang bertanggung jawab atas pengawasannya.

Material yang digunakan juga menjadi sorotan. Warga menemukan penggunaan kawat tipis berkarat sebagai pengikat jaring lapangan. Selain tidak enak dipandang, material tersebut dianggap tidak memenuhi standar teknis, terlebih bila dikaitkan dengan besarnya anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah. Kerapihan pekerjaan pun tidak menunjukkan kualitas yang layak, dengan jaring meringkel, bangku yang cepat rusak, dan beberapa bagian tampak diselesaikan tanpa perhitungan estetika maupun ketahanan. Banyak warga menilai hasil seperti ini “tidak pantas disebut pekerjaan anggaran daerah.”

Pengawasan proyek menjadi isu utama. PPK dan pengawas lapangan disebut sebagai pihak yang paling memahami proses pelaksanaan, namun dinilai paling diam ketika mutu pekerjaan dipertanyakan. Publik mempertanyakan apakah pemeriksaan sebelum pembayaran proyek telah dilakukan sesuai prosedur, atau sekadar formalitas untuk mengejar serapan anggaran. Identitas kontraktor pelaksana, CV. Aquilla, juga menimbulkan tanda tanya. Keberadaan perusahaan disebut tidak jelas, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai proses verifikasi dan evaluasi peserta pengadaan oleh instansi terkait.

Aktivis YLPK PERARI DPC Kabupaten Tangerang, Buyung, menyampaikan kritik tegas. Ia menilai pekerjaan ini bukan sekadar kurang rapi, melainkan sebuah bentuk pembiaran yang melukai akal sehat publik. Menurutnya, anggaran sebesar itu tidak seharusnya menghasilkan proyek yang tampak dikerjakan setengah hati. Ia menegaskan bahwa YLPK PERARI siap mendorong adanya audit menyeluruh, termasuk membuka potensi kerugian negara bila ditemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi. Publik, katanya, berhak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi.

BACA JUGA :

https://suaralintasindonesia.com/2025/11/23/soroti-ketidaktertiban-proyek-dlhk-di-cisoka-dpp-bias-dapat-respons-camat-teguran-akan-diberikan/

Masyarakat kini mendesak langkah cepat dari pihak berwenang, mulai dari audit investigatif oleh Inspektorat, klarifikasi resmi dari PPK, penjelasan teknis dari pengawas lapangan, hingga instruksi perbaikan total oleh kontraktor apabila terbukti pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak. Proyek ini dinilai menjadi cerminan apakah pengelolaan anggaran daerah benar-benar diawasi dengan baik atau hanya sebatas rutinitas administrasi tanpa pengendalian kualitas. Walaupun hanya sebuah lapangan voli, prinsip yang dipertaruhkan sangat besar: uang rakyat tidak boleh diperlakukan sembarangan.

Ketua Umum DPP BIAS Indonesia, Eky Amartin, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi rekaman video hasil investigasi awal dan akan melanjutkan pengumpulan data serta melakukan klarifikasi dengan pihak desa, kecamatan, dan dinas terkait. Ia menegaskan bahwa publik kini sudah melihat dan mencatat kondisi sebenarnya di lapangan, dan siap mempertanyakan lebih jauh bila ditemukan adanya pihak yang bermain-main dalam pelaksanaan proyek.

DPP BIAS Indonesia akan layangkan-surat-terkait-dugaan proyek tersebut.

(Tim/Kang Ir/@sli.com)

Diterbitkan Oleh : PT. Media Suara Lintas Indonesia Group.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!