Wali Murid Prihatin, Dapur MBG di Desa Sentul Diduga Kirim Telur Mentah ke SDN Sentul Jaya 1 -

Wali Murid Prihatin, Dapur MBG di Desa Sentul Diduga Kirim Telur Mentah ke SDN Sentul Jaya 1

0

 

Tangerang | Suaralintasindonesia.com –Pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) di SDN Sentul Jaya 1, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. Diduga, dapur MBG di Desa Sentul mendistribusikan telur mentah kepada siswa, tanpa pengawasan yang memadai.

Orang tua murid menilai anak-anak sekolah dasar belum cukup paham cara menangani bahan mentah secara aman. Mereka menekankan, seharusnya semua makanan yang dikirim sudah matang, higienis, dan siap konsumsi.

Sebelumnya, dapur MBG Sentul juga sempat mendistribusikan ayam kurang matang yang masih mengandung darah segar. Hal ini dibenarkan oleh seorang karyawan dapur, yang mengakui adanya kesalahan dalam pengolahan makanan.

Ketua Umum DPP BIAS Indonesia, Eky Amartin, menyoroti kelalaian ini dan meminta pengawasan lebih ketat dari pihak berwenang.

“Program MBG baik untuk memenuhi gizi anak-anak, tetapi jika dapur MBG menyalurkan telur mentah, ini jelas melanggar prinsip keamanan pangan. Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan harus segera mengevaluasi,” tegas Eky.

Asep S. alias Abenk, Ketua Badak Banten Kecamatan Balaraja sekaligus wali murid, menambahkan, “Jika anggaran sudah diberikan untuk menyediakan makanan bergizi, dapur MBG wajib memastikan makanan yang dikirim aman. Tidak bisa sembarangan membagikan telur mentah kepada siswa.

Pemilik dapur MBG menanggapi kritik ini dengan menyatakan bahwa beberapa lauk kurang matang masih dalam batas wajar. Pihaknya juga mengklaim telah melakukan evaluasi internal dan memberikan kesempatan kerja bagi warga sekitar.

BACA JUGA :

https://suaralintasindonesia.com/2025/10/08/nah-loh-ada-apa-sekwan-hambali-nanda-manurung-diperiksa-kejari-pekanbaru/

Menanggapi hal ini, Eky Amartin menegaskan bahwa tidak ada istilah “batas wajar” untuk makanan kurang matang yang sampai ke tangan anak-anak. “Ini masalah serius dan perlu ditindaklanjuti agar tidak membahayakan kesehatan siswa,” ujarnya.

Para wali murid menuntut agar setiap dapur MBG memastikan makanan yang disalurkan matang, higienis, dan aman. Mereka berharap insiden serupa tidak terulang dan program MBG dapat berjalan sesuai tujuan awal, meningkatkan gizi tanpa menimbulkan risiko bagi anak-anak.

 

(Kang Ir/@sli.com)

 

Diterbitkan Oleh : PT. Media Suara Lintas Indonesia Group.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!