Proyek Turap Villa Balaraja Dikeluhkan Warga, Diduga Tak Berkualitas dan Sarat Kejanggalan
Kabupaten Tangerang |suaralintasindonesia.com – Proyek rehabilitasi turap saluran pembuangan di Perumahan Villa Balaraja, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, kini menjadi sorotan karena menuai kekecewaan dari warga. Diduga tidak berkualitas dan terkesan asal jadi, proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi (APBDP) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 198.030.000 dan dilaksanakan oleh PT Khodijah Putri Jaya Perkasa dengan jangka waktu pengerjaan 30 hari kalender, ditemukan memiliki berbagai kekurangan pada Minggu (01/02/2026).
Kekecewaan warga muncul setelah mendapati turap yang baru rampung sudah menunjukkan kerusakan, dengan retakan parah terlihat di berbagai titik konstruksi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas material yang digunakan serta proses pengerjaan yang dilakukan.

“Padahal selama proses pekerjaan berjalan, warga khususnya RT 12 turut berkontribusi dengan kepedulian, bahkan membantu menyediakan konsumsi bagi pekerja,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal, menyiratkan bahwa partisipasi mereka seolah tidak dihargai dengan hasil yang mengecewakan.
Ironisnya, Ansori, seorang tukang yang terlibat dalam proyek sekaligus warga RT 12 Villa Balaraja, mengakui kondisi turap memang memprihatinkan.
“Daripada nantinya kerusakan bertambah parah, kami terpaksa turun tangan memperbaikinya bersama warga lainnya dengan menggunakan dana swadaya dari RT 12,” ujarnya.

Menanggapi permasalahan ini, Ketua Umum DPP BIAS Indonesia, Eky Amartin, mengeluarkan suara dengan tegas. Ia mendesak pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dinas terkait, serta aparat pengawas internal untuk lebih serius mengawasi pelaksanaan setiap proyek yang didanai uang rakyat.
“Proyek yang dibiayai uang rakyat harus dilaksanakan secara aman dan bertanggung jawab, bukan malah membebankan beban tambahan kepada warga,” tegasnya.
Eky juga menyoroti potensi adanya indikasi kecurangan atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek ini. Ia meminta pihak berwenang untuk melakukan investigasi mendalam dan menindak tegas setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Kasus proyek turap di Villa Balaraja menjadi contoh bagaimana kurang optimalnya pengawasan dan pelaksanaan proyek pemerintah dapat merugikan masyarakat. Diharapkan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam mengelola anggaran publik.
(Kang Ir/@sli.com)
Diterbitkan Oleh : PT. Media Suara Lintas Indonesia Group.
