Perumda Delta Tirta Sidoarjo Ajak Awak Media Gathering
SIDOARJO | Suaralintasindonesia.com -Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sidoarjo ajak kurang lebih 100 wartawan Pokja Sidoarjo untuk Gathering di Hotel Luminor Sidoarjo, Sabtu (31/1)
Direktur Utama PDAM Sidoarjo, Ir.
Dwi Hari Soerjadi dalam sambutannya mengatakan pentingnya membangun hubungan baik dan terbuka dengan awak media sebagai Mitra. Komunikasi yang kita dilakukan tidak hanya bersifat formal tetapi harus bisa berkembang, dan juga bisa dalam bentuk kerja sama dan harus didasari dengan kepercayaan,’ katanya.
“Komunikasi harus terjalin terus dengan baik kedepannya. Untuk memperkuat hubungan baik dengan awak media menjadi bagian dasar untuk mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan air bersih yang berkelanjutan hingga tahun 2042.”, jelasnya.
Lanjut Dwi, untuk target yang ingin kita capai mencakupi layanan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo yakni 100 persen. Sedangkan untuk tantangan operasional yang kita hadapi salah satunya pemanfaatan kapasitas produksi air 1.200 liter perdetik dan kapasitas tersebut masih menjadi beban biaya meskipun tidak seluruhnya. Tetapi kalau tidak digunakan akan ada biaya dan berpotensi ada sanksi juga,’ terangnya.
“Dan saat ini masih ada beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang belum dioperasikan secara maksimal karena kita memprioritaskan IPA unggulan untuk menjaga efisiensi dan kualitas layanan. Potensi krisis air bersih kita perkirakan akan terasa pada 2026 hingga 2028 karena meningkatnya pertumbuhan penduduk akan kebutuhan air bersih”.
Masih Dwi, perumda Delta Tirta untuk kinerja keuangan, kita mencatat cukup menggembirakan yaitu di tahun 2021, laba perusahaan dari Rp.15 miliar naik menjadi Rp.28 miliar dan meningkat lagi menjadi Rp.43 miliar. Di tahun 2024 ada kisaran Rp.40 miliar. Ini merupakan hasil kerja keras semua tim dan dukungan dari rekan media. Kita juga terima kasih atas peran media dalam menyampaikan informasi dan kritikan yang membangun,’ ucapannya.
“Kita berkomitmen akan terus berbenah untuk menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan publik lebih maksimal”, tutupnya. (Hr)
