Proyek Jalan Masuk UIN Salatiga Disorot: Kapan Dugaan Penyimpangan Terjadi dan Bagaimana Modus Penggunaan Solar Subsidi? -

Proyek Jalan Masuk UIN Salatiga Disorot: Kapan Dugaan Penyimpangan Terjadi dan Bagaimana Modus Penggunaan Solar Subsidi?

0

Salatiga | suaralintasindonesia.com- Ada beberapa laporan dan investigasi terbaru mengenai dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan universitas di Indonesia. Kasus-kasus ini sedang ditangani oleh pihak berwenang seperti Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Secara umum, KPK juga mengendus adanya potensi korupsi di 68% pengadaan barang dan jasa di perguruan tinggi, menunjukkan bahwa masalah penyimpangan proyek pembangunan kampus merupakan isu yang meluas. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap dan menindaklanjuti kasus-kasus tersebut.

Seperti halnya yang terjadi di proyek UIN (Universitas Islam Negeri) Salatiga Jalan Lingkar Selatan, Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Diduga syarat dengan penyimpangan. Proyek dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) ini menelan biaya yang cukup fantastis senilai Rp 3.746.528.835,56 (Tiga Miliar Tujuh Ratus Empat Puluh Enam Juta Lima Ratus Dua Puluh Delapan Ribu Delapan Ratus Tiga Puluh Lima Rupiah) untuk pembangunan jalan masuk selatan UIN Salatiga.

Proyek dari Kemenag ini di kerjakan oleh CV. Inter Desain dengan hasil lelang berkolaborasi dengan CV. Artha Gemilang dan juga CV. Monalisa Art dan anggaran dana diambilkan dari DIPA-UIN Salatiga Tahun Anggaran 2025. Namun pekerjaan atau barang yang terpantau dilapangan tidak sefantastis nilai anggaran tersebut. Pasalnya untuk kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) tidak sama sekali terpakai oleh para pekerja dilapangan, serta pembangunan saluran air sepanjang jalan menuju kampus diduga tidak adanya lantai kerja.

Saat Tim awak media melakukan investigasi di lapangan menemukan sejumlah penyimpangan, diantaranya papan anggaran tidak terpasang di lokasi konstruksi, hanya dibiarkan bersandar ditempat parkir mobil yang jauh dari pantauan. Dan saat tim berbincang kepada salah seorang Dirut (Direktur Utama) CV. Inter Desain bernama Gatot, ia tidak cukup detail menjelaskan mekanisme kerja dilapangan. Pasalnya saat tim investigasi media menanyakan tentang suplay BBM (Bahan Bakar Minyak) yang digunakan untuk alat berat dirinya terkesan menutupi, hal ini ada dugaan suplay BBM (Bahan Bakar Minyak) menggunakan BBM jenis Solar bersubsidi.

Ditanya lebih lanjut terkait berapa hari sekali pengiriman BBM untuk alat berat, Gatot hanya bisa menjawab tidak tau dan biasanya dikirim pada malam hari. Hal ini tim investigasi media semakin yakin bahwa ada dugaan pekerjaan khususnya alat berat menggunakan BBM jenis Solar bersubsidi.

Atas ketidak transparannya pihak CV. Inter Desain ini kami selaku sosial kontrol masyarakat mendesak KPK dan instansi terkait untuk mengaudit anggaran pekerjaan jalan masuk selatan UIN Salatiga yang dikeluarkan oleh DIPA-UIN Tahun Anggaran 2025 yang mencapai miliaran rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!